Soyjoy Healthylicious

If I’d known I was going to live so long, I’d have taken better care of myself. ~Leon Eldred

Hello, This is Wulan's Healthy Journal

Thinking of Quit Smoking?

March 15th, 2010

Di Jakarta yang konon nan kejam ini, merokok sudah menjadi pangan sehari-hari penduduknya. Saya yakin dari 100 orang yang baca blog ini mungkin 70 nya adalah perokok. Kalau pembaca umurnya sudah 30 ke atas seperti saya, mungkin sudah berpikir berhenti untuk berhenti merokok. Tapi bagaimana caranyaa… ke mana pun kita pergi, pasti ada orang yang merokok, walaupun di zona-zona dilarang merokok.

Dulu saya juga stress banget mikirin gimana cara berhenti merokok. Badan sudah sakit-sakit terus, pegal kronis di bahu kiri dan osteoartritis di lutut yang sangat mengganggu semakin parah dengan rokok. Belum lagi kalau tidur, malam-malam sekitar jam 3 pasti batuk-batuk parah. Sempat saya merokok sehari satu bungkus… teman saya bilang “Kamu tuh chain-smoker ya?”. Ya ampun, saya kaget banget waktu dia bilang begitu, karena saya nggak sadar. Pokoknya saya sama skali ngga yakin bisa berhenti.

So, how did i quit smoking… Bisa dibilang kebetulan, atau bisa dibilang mengambil momentum. Setahun lalu saya pernah coba berhenti setelah sakit kena DB. Setelah seminggu di RS dan seminggu di rumah, praktis 2 minggu saya ngga merokok, jadi saya lanjutkan saja. Tapi setelah sebulan, saya kena semacam anxiety attack… saya jadi senewenan terus dan marah-marah tanpa sebab. Teman-teman kantor juga kena saya marahin.. padahal ngga ada apa-apa. Setiap kali ada orang merokok juga saya sangat tergoda, sampai harus bawa permen karet banyak banget kalau ke club. Akhirnya di situ kandas juga percobaan pertama saya berhenti merokok.

Percobaan kedua dimulai Januari 2010, dan masih lanjut sampai sekarang. Saat kumpul kumpul keluarga, waktu lebaran dan natal, saya sering mendengar cerita tentang sepupu saya, Duwi, yang total berhenti merokok pas ultah dia ke-30, padahal Ayah, Ibu, dan saudaranya perokok semua. Dia cukup memberikan inspirasi buat saya, “kamu bisa kok” begitu yg saya pikirkan.

Pada bulan Januari itu kebetulan saya kena alergi parah di daerah muka.. bengkak dan jelek banget, sampai ngga bisa dikenalin deh. Saya kira itu karena merokok, langsung saya berhenti. Waktu ke dokter, ternyata menurut dokter ini bukan karena rokok tapi karena makanan. Tapi saya pikir-pikir ini momentum yang bagus juga untuk berhenti. So saya terusin aja.

Ternyata di percobaan kedua ini sampai sekarang saya belum kena anxiety attack seperti sebelumnya. Bawaannya juga lebih santai, kalau liat orang merokok ngga terlalu pengen ikutan. Kalau ada godaan -bisanya kalau lagi stress-, saya ingat-ingat terus penyakit yang merundung waktu masih merokok… Ngga deh, ngga mau lagi encok dan batuk-batuk kayak dulu, belum lagi kalau sudah tua komplikasi karena rokok lebih banyak. Moto saya: hidup tanpa rokok itu jauuuuh lebih menguntungkan.

So far it’s working awesomely. Kamu-kamu yang mau berhenti, coba deh atur tanggal kapan mau berhenti, atau gunakan momentum setelah kamu sakit. Pasti ada jatuh bangun, but when you can see clearly, you know that breathing free is so much better for you and people around you. :)

Kalau ada yang mau tanya-tanya silahkan email gue di wulan@mix.or.id

Classified in: Daily Life

10 Responses to “Thinking of Quit Smoking?”

  1. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by uranchan: Mau berhenti merokok? Baca pengalaman gue di http://bit.ly/stopmerokok . Don’t forget to vote me yaa. #soyjoyhealthylicious…

  2. Dimas says:

    waaa! keren wulan, daku dukung dirimu berhenti merokok, pasti bisa :)

  3. blogwulan says:

    bisa bisa bisa bisa dooong (thinking of thomas the train) :)

  4. joedy says:

    merokok HARAM……………………………………………………… iya, kl ngerokoknya di POM BENSIN !!!

    Ibu sy wafat kanker cervix 63th,ga pernah ngerokok.
    Kakek sy 86th sehat mpe skg…..merokok.

    sy ga mrokok….tp kl ada yg ngudut ya biasa aja

    kl merokok merusak/haram…..so,ngopi jg merusak/haram donk!!!

  5. blogwulan says:

    Wah Joedy, gue ngga ngelarang orang untuk ngerokok kok… hahaha. Menurut gue itu juga bukan hak pemerintah/agama untuk ngelarang.

    Well Joedy, kalo mau di compare, kakek gue meninggal dengan lubang di lehernya karena udah susah napas, dan sebelumnya dia masih bisa menulis di kertas “Merokok itu Enak”. Really it’s your choice & how you die nobody will know. Sementara bokap gue kena kanker liver, ngerokok dari umur 12 tahun, paru2nya cuma flek item.

    Kopi itu secara scientific justru lebih banyak bagusnya, banyak antioxidannya. Bisa ngurangin resiko parkinson, diabetes, kanker colon. Tapi kalo orang yg ga kuat bisa bikin maag, deg2an. Again it’s always your choice. Just know your body and respect it.

  6. Tuhu Nugraha Dewanto says:

    Ayooo Wulan semangattt, setuju dengan pendapat loe mau berhenti atau lanjoootttt ngerokok itu soal pilihan. Gw sih memang bukan perokok, karena lahir dari keluarga yang jarang banget perokok.

  7. mutyaarum says:

    sepakat sama mba Wulan.
    Kembali lagi, ini soal pilihan. Pilihan mba Wulan adalah untuk hidup sehat tanpa rokok, ga ada sangkut pautnya dgn masalah rokok yg diharamkan. Semoga bs terlihat pembedanya :)

  8. maya says:

    yess Wulan, you’llmake it and the healthier you will just be a better version of your self!!

  9. WOW.. inspiring..
    even for me,yang ngga ngeroko, hehehe..

    cheers wulan!

  10. Go Wulan Go. Emang menurut gw, merokok itu adalah hal yang cenderung egois, karena waktu kita ngerokok, tubuh kita membentuk antibodi yg mampu membantu mengatasi racun nikotin, tapi orang2 sekitar kita yg nggak ngerokok lebih terancam kesehatannya. Anyway, saya dari Brisbane, Aussie, kota yg sangat sadar akan keburukan merokok secara overall, bahkan skrg sudah ada larangan utk ngerokok do public places, nggak hanya didalem gedung atau dipintu luarnya, tapi mesti beberapa meter dari pintu tersebut. Penyebab utamanya? Smoking related diseases has been costing a lot of money by the Gov’t. Kalo nggak punya insurance kayak Indo, ya harus bayar sendirilah… Yg penting siap aja ada tabungan, just in case… :OP




Leave a Reply

Sebesar apa kesempatan Wulan buat jalan-jalan ke Jepang? Cek disini